Dua hal yang membuat mahasiswa pasca sarjana kesulitan dalam menulis thesis adalah proses alami yang tidak terstruktur yang disebabkan oleh cara berpikir mahasiswa yang tidak terstruktur dan kekurangan informasi tentang apa yang harus dilakukan untuk menghabiskan waktu dalam mengerjakan thesis. Artikel ini dibuat untuk memberikan informasi kepada mahasiswa dan membantu untuk membuat proses pengerjaan thesis menjadi kegiatan yang menyenangkan.

Tujuan akhir artikel ini adalah untuk meningkatkan kesadaran akan perlunya hubungan yang sehat antara mahasiswa pasca sarjana dan pembimbing yang interaktif dalam menjelajahi labirin gelar magister .

Apa yang harus dilakukan sebelum memulai apapun?

  1. Membaca literatur terkait dengan topik yang diinginkan.
  2. Hubungi anggota dari fakultas atau mahasiswa yang sudah lulus dari unversitas yang disukai. Ceritakan latar belakang dan ketertarikan anda untuk melakukan riset di bidang yang mereka tekuni melalui email.
  3. Bergabung dengan riset group bergerak dibidang interest kita.
  4. Bergaul dengan komunitas mahasiswa dan alumni (baik senior maupun junior) untuk mengetahui kondisi riset mereka, pembimbing mana yang bagus di bidang yang mereka tekuni, dan dari mana mereka mendapat dukungan secara finansial dan psikologis.
  5. Cara lain yang dapat dilakukan adalah dengan membangun hubungan yang baik dengan profesor untuk mendapatkan rekomendasi untuk bekerja dalam proyek riset.
  6. Namun pada intinya yang terpenting dari semua ini adalah membangun latar belakang yang bagus agar fakultas atau profesor tertarik untuk melibatkan anda kedalam proyek riset.

Bagaimana menjadi periset yang bagus?

Menjadi periset yang bagus tidak cukup dengan mempunyai ide yang bagus dan kemudian mengimplementasikannya. Periset banyak menghabiskan waktunya untuk membaca , mendiskusikan ide dengan teman-temannya, menulis dan merevisi paper. Banyak merenung dan tentu saja mempunyai ide brilian dan mengimplementasikannya.

Poin yang perlu diketahui dalam membaca dan mengevaluasi paper :

  1. Yakinkan bahwa ide yang diangkat benar-benar sudah valid dan terbukti (secara teoritis dan eksperimen).
  2. Cobalah untuk mendapatkan istilah-istilah teknis yang terdengar bagus berhubungan dengan thesis kita untuk mengambarkan subtansi dan ide menarik dari jargon yang diangkat.
  3. Untuk memahami paper, kita harus memahami motivasi dari permasalaha yang diangkat. Pilihan dalam mengambil solusi, asumsi yang melatarbelakangi masalah dan asumsi tambahan yang terjadi di dunia nyata.

Sudah menjadi permasalahan yang turun menurun di berbagai generasi adalah bagaimana cara untuk mengelola sikap positif dan tetap dalam keadaan termotivasi. Untuk itu kita perlu melakukan beberapa hal untuk menjaga semangat tetap on fire dalam mengerjakan proyek thesis :

  1. Membuat target atau goal harian, mingguan dan bulanan. Lalu bekerja secara konsisten sesuai goal yang telah ditentukan.
  2. Temukan teman yang bisa diajak kerja sama dalam riset, saling mereview ide dan memberikan umpan balik. Hal ini penting untuk mematangkan ide dan membuat riset menjadi lebih mudah.
  3. Memecah permasalahan menjadi bagian-bagian kecil. Hal ini memudahkan kita untuk managemen proyek thesis.

Thesis

Sudah menjadi pembahasan umum bahwa menyelesaikan program pasca sarjana membutuhkan usaha dan kerja keras, untuk itu dibutuhkan dua poin penting yaitu motivasi tinggi dan fokus yang kuat. Bagian tersulit adalah menulis laporan thesis itu sendiri. Proses mendapatkan topik thesis, melakukan riset, dan menulis thesis berbeda dengan apa yang sudah pernah ditulis sebelumnya. Untuk itu perlu mencari pembimbing yang bagus dibidang yang kita tekuni untuk mendapatkan jaringan dan dukungan bimbingan dalam membantu membuat tujuan dan goal yang tepat.

Usahakan memilih topik tesis yang kita “interest” di dalamnya, bukan hanya karena topik tersebut merupakan area spesialisasi dari dosen pembimbing yang kita pilih yang kemudian kita memaksakan diri untuk melakukan riset didalamnya. Hal ini akan mempengaruhi motivasi dan fokus kita dalam mengerjakan thesis.

Kebanyakan mahasiswa mengerjakan thesis terbagi menjadi 2 fase utama, yaitu :

  1. Melakukan penelitian.
  2. Menuliskan laporan penelitian thesis.

Hal ini sering menjadi masalalah bagi mahasiswa karena kedua fase ini sering kali terjadi overlap dan berkaitan antara satu fase dengan fase lainnya. Masalah yang timbul biasanya mahasiswa merumuskan ide tanpa melakukan pengujian teoritis dan teknis. Dan kemudian bereksperimen dan terakhir menuliskan laporan. Hasil eksperimen seringkali membawa perubahan untuk menyesuaikan dengan kendala teknis yang muncul. Dengan cara seperti ini mahasiswa menghabiskan waktu untuk menulis ulang bagian thesis yang berubah. Solusinya adalah menggunakan pendekatan pendekatan devide dan conquer yaitu memecah masalah menjadi sub-sub masalah yang lebih kecil, sehingga dapat dikelola lebih mudah dan lebih cepat.

Beberapa nasehat untuk mahasiswa yang sedang thesis adalah :

  1. Jangan terlalu ambisius dalam membuat goal thesis, karena itu akan memperlama waktu penyelesaikan proyek. Gunakan batasan masalah untuk membatasi permasalahan.
  2. Jangan langsung berpikir bagaimana coding menyelesaikan masalah. Tapi berpikirlah secara teoritis, lakukan analisa, desain dan baru coding.
  3. Jangan menggunakan bahasa pemograman yang baru dikenal. Karena hanya akan menghabiskan waktu untuk belajar bahasa pemograman daripada menyelesaikan masalah itu sendiri.
  4. Untuk menjadi riset yang bagus, perbanyak umpan balik dari diskusi dengan pembimbing dan teman-teman yang tertarik dengan topik yang sama.

Referensi Paper

  1. desJardins Marie, “How to Succeed in Graduate School: A Guide for Students and Advisors”, Desember 1994.
  2. UC Berkeley Graduate Division. Choosing your thesis or dissertation topic. The Graduate, IV(2), Fall 1988.
Advertisements