Kebanyakan teman / kolega / saudara mengatakan “saya mengalir seperti air saja lah” ketika ditanya apa yang akan dilakukan di hari depan, karena belum punya gambaran yang jelas hal ini tentu akan membuatnya harus berpikir keras 😀 (males mikir mungkin ya).

saya mengerutkan dahi dan kembali bertanya: apa mahsudnya itu?

jawabannya relatif sama, yaitu “jalani hidup dengan santai seperti air mengalir aja”.

jujur saja hal ini sempat mengganggu pikiran saya, berusaha menggali filosofi dibalik mengalirnya air. what the meaning of this? hmmm…

Apa iya air mengalir itu santai-santai terus?

Saya pernah pergi ke air terjun / curug, disana air mengalir sangat deras. jauh dari kata “santai”.

Saya pernah pergi ke sawah / ladang, disana ada anak sungai yang mengalirkan air untuk mengairi lahan pertanian. airnya jernih namun mengalir agak santai. di salah satu sisi sawah ada mesin diesel yang menyemburkan air dari sumur bor, airnya deras seperti air terjun juga.

Saya pernah pergi ke sungai besar yang kadang airnya mengalir santai, kadang juga alirannya deras ketika hujan turun.

Saya pernah pergi ke air mancur di taman kota. airnya deras menyembur kuat ke langit, namun pada titik tertentu air kembali jatuh ke bumi.

Saya pernah pergi ke danau / telaga, airnya tenang. cuma ada gelombang-gelombang kecil saja disana.

Saya pernah pergi ke laut selatan pulau jawa, ombaknya mengerikan di sore hari.

Dan banyak lagi perilaku aliran air lain yang tak sempat saya tuangkan disini, namun dengan contoh diatas saya kira cukup menggambarkan bahwa begitu dinamisnya air mengalir, tergantung dimana kita temui air.

Lalu bagaimana hidup seperti air mengalir itu?

Langsung ke poinnya aja bahwa kamu harus bisa dinamis dalam memposisikan diri di segala kondisi, tempat, waktu dan orang-orang yang kamu hadapi. Kamu harus tahu kapan harus berpikir keras, kapan harus memicu andrenalin, kapan harus bersikap elegan, kapan harus bersikap bijak, kapan harus bersabar, kapan harus tenang, dan kondisi-kondisi lain yang mungkin berbeda dialami setiap individu manusia. teori memposisikan diri ini banyak dibahas di buku-buku, temukan di toko buku terdekat (bukan iklan).

hanya seperti air.. air juga melakukan hal yang sama bukan?

Ketika alirannya sampai di air terjun maka ia mengalir deras kebawah menghempas bebatuan. kemudian air terus mengalir ke sungai besar dengan aliran yang kadang santai kadang juga deras. kemudian akhirnya air sampai di sawah-sawah petani dengan aliran yang santai.

Mudah-mudahan bermanfaat dan menjadi bahan renungan.

Selamat pagi dan selamat berhari selasa 🙂

Advertisements