Tepatnya 4 tahun yang lalu saya angkat kaki dari kampus al-azhar cairo. saya tidak ada pilihan lain selain pulang ke tanah air indonesia dan kembali bangkit dengan memulai kuliah dari zero. dan keputusan itu menjerumuskan saya ke belantara dunia persilatan informatika (IT) #lebay. alhamdulillah, saya menyelesaikan S1 dengan lancar. Anehnya, karena masih penasaran dengan ilmu ini, saya melanjutkan study saya di pasca sarjana STEI ITB konsentrasi pada Software Engineering #betah. well, anyway 2 tahun lebih saya mengenyam pendidikan “hukum islam” universitas islam tertua di dunia itu. eh, fakultasku umurnya kira-kira sudah 900 tahun dan yang membuat asoy bangunannya masih asli 900 tahun yang lalu #awesome. dan sayang sekali saya tidak sempat mendokumentasikan foto suasana perkuliahan yang super duper klasik, suasana kampus yang jadul tapi mempunyai aura belajar yang kental (trust me, banyak orang hebat disana). do you know why? yeah, no camera allowed to enter the campus. tapi phone berkamera boleh masuk. namun kondisi itu bukan untuk saya #gakPunyaHapeKamera. dan tentu saja cewek tidak diizinkan masuk ke kampus cowok, bagi yang cewek silahkan ambil tisu sekarang juga #halah. so, jika kamu berkunjung ke cairo sempatkan dirimu untuk mengunjungi kampus al-azhar dan masjidnya. anyway, mesir disebut dengan negri seribu menara karena disana nanti kamu bisa temui setiap masjid itu pasti ada menaranya yang menjulang tinggi membelah langit. sebutan lain adalah negri para nabi karena menurut sejarah banyak nabi diturunkan di mesir. banyak ulama besar berpengaruh di dunia berasal dari negri ini. umm, very interesting country..

Masjid Al-azhar

Masjid Al-azhar

Masjid Al-azhar

Masjid Al-azhar

Keduanya dipenuhi anak muda yang berjuang menuntut ilmu untuk menyelamatkan dunia. the atmosphere that makes me miss. oya, kalau kamu adalah pemburu buku murah meriah, kamu bisa langsung keliling di toko-toko buku dibelakang masjid al-azhar. setahuku disitu buku-buku paling murah secairo, saya menghabiskan banyak waktu di awal bulan untuk bercengkrama di toko-toko itu #ngabisinSisaUangBeasiswa. kalau mau cari buku yang second juga banyak dijual di sepanjang jalan belakang kampus menuju masjid. jika kamu membayangkan belajar di al-azhar itu seperti yang diceritakan fahri di Ayat-Ayat Cinta atau di Ketika Cinta Bertasbih maka kamu salah besar. banyak kisah yang lebih indah, lebih pahit mengenai perjuangan menuntut ilmu di negri seribu menara ini yang mengharuskanmu berlatih kesabaran extra.

Kampus Al-azhar

Gambar ini menunjukkan fakultas bahasa kampus utama al-azhar cairo. fakultasku disebelah kirinya.

Sudah puas muter-muter kampus islam tertua didunia? yuk mari nyebrang jalan. lho ada apa disana? wow, ada masjid hussein. konon katanya disini lah dikuburkan jenazah kepalanya hussein ibn ali bin abu tholib. artinya hussein ini adalah cucunya rosulullah muhammad saw. luas masjidnya kurang lebih sama dengan masjid al-azhar. di pintu masuk masjid hussein kamu bisa lihat atap yang bisa membuka dan menutup sendiri seperti yang ada di masjid nabawi madinah. ada lagi yang menari disini? yosh, tentu saja masih banyak. dibelakang masjid hussein ini adalah pusat belanja oleh-oleh khas mesir. kamu bisa mencari kiswah (kain hitam dihiasi tulisan warna emas seperti sarung ka’bah), ada papyrus dengan hiasan yang beragam. menurut masyarakat setempat papyrus digunakan sejak jaman firaun yang terkenal itu berjaya. Lalu apa lagi? buset belum puas, pasar hussein ini menurutku pasar terunik di cairo karena panjangnya hingga 3km yang menyambung ke pusat belanja terbesar di cairo pasar ataba. sepanjang jalan banyak sekali hal unik yang bisa kamu nikmati. Apa itu? terlalu panjang untuk disebutkan satu-satu, kamu harus melihatnya sendiri saat ke cairo #biarPenasaran.

Udah sampai kampus al-azhar rasanya kurang lengkap kalau belum mampir al-azhar park. awesome park, ini benar-benar hijau ditengah gurun pasir yang super luas :lol:. taman yang lebih dari cukup untuk menghilangkan stress dengan kegiatan sehari-hari #padahalTidurMulu. eeh, hampir lupa ada benteng cairo yang tidak kalah menariknya letaknya tidak jauh dari al-azhar park. benteng ini salah satu tempat paling bersejarah dalam penyebaran islam di cairo.

Al-azhar park

Benteng Kairo

Capek juga muter-muter, baiklah saatnya pulang. hee, kemana? ke district 10th dimana kebanyakan mahasiswa indonesia menyewa apartement. dari kampus al-azhar menuju district 10th kita bisa gunakan bus dengan kode 80 coret atau 65 kuning. kodenya aneh? lupakan itu, catet aja ntar kalau jadi kesana itu penting.. haha..

Syuq sayarat

Syuq sayarat

Ini adalah syuq syayarat yang artinya pasar mobil second terbesar di cairo (di indonesia ada gak ya?). buka setiap hari jum’at dan minggu saja, selain itu pasar mobil ini dipakai masyarakat sekitar (termasuk mahasiswa indonesia) untuk bermain futsal. ini gratis 24 jam haha.. btw, itu yang pake kaos merah saya pas lagi macho-macho nya.. mahsudnya males chokor (read:cukur rambut) 😆 with my roommate ndank.

And the last word. jika kamu mau pergi kesana bisa ngajak saya sebagai pemandu wisata.. hahaha.. #ngarep

di lain waktu saya akan ceritakan pengalaman seru lain. di piramida, museum merah, sungai nil yang eksotis, sampai tempat-tempat wisata lain di luar kota kairo yang menarik untuk dikunjungi.

Advertisements